Posted by: syamsalleh | November 30, 2008

Gadis di kuburan : Usman Awang

Aku juga ingin berkongsi tentang karya Sasterawan Negara Allahyarham Usman Awang.

  Nisan condong tegak bertaburan
  gadis menangis kehibaan
  tidak ada padang perjuangan
  pahlawan gugur bergelimpangan.
  Lari gadis menyembah ke tanah
  diiringi sedu menggoncang bahu
  tenang pahlawan dipeluk bumi
  senyum terakhir tenang tersembunyi.
  Kenangan lama bermain di hati
  pelukan dan kucupan kasih
  tidak ada garisan sepi
  kata dipadu, janji dikunci.
  “Sungguhkah, dinda?” tanya pemuda.
  “Benar kanda,” sahutnya manja.
  Ke jinjang pelamin setahun lagi
  hilir berbiduk ke laut hidup.
  Datanglah lamaran ke ayah bonda
  penuh khidmat berjunjung duli
  tetapi pemuda emas sesaga
  tertolaklah lamaran, terurailah janji.
  Matahari bersembunyi di balik awan
  pulanglah orang membawa usungan
  air di kendi kekeringan
  terkejut gadis dari menungan.
  Melangkah gadis menahan denyutan
  pandangan terakhir terlempar ke nisan
  setangkai kemboja gugur perlahan
  merangkak senja menutup pandangan. 


Responses

  1. Kisah ” Gadis di kuburan” ni bg aku agak klise krn kisah sebegini telah dikaryakan dr zaman sblm allahyarham penulis hingga la skrg. Namun apa yg jelas di sini ialah manusia x lps dr menilai sesama sendiri dgn pangkat & darjat, manakala kesetiaan psgn yg berkasih xkan terlepas dr dugaan “hanya maut yg memisahkan”.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: