Posted by: syamsalleh | November 8, 2008

Desaku sepi tanpa…

Desaku sepi tanpa celotehan orang-orang tua. Berteriakan mereka itu melihat anak-anak yang kurang peradabannya, serong tingkahnya, lancang percakapannya. Ke sana ke mari membawa pesan. Pesanan yang baik belaka.

Ke mana mereka? Ramai yang telah dikirimkan ke alam sana. Yang tinggal sedikit juga sedang menunggu masa. Maka sepi desaku.

Desaku sepi tanpa telatah anak-anak kecil. Berkejar-kejaran menakutkan ayam, menerjah belukar dan parit. Berderet-deret pulang dari pengajian. Lantas sambung permainan.

Ke mana mereka? Ramai yang telah dikirimkan ke menara gading seluruh negara. Lantas dikirimkan berkhidmat ke mana-mana untuk negara juga. Jarang kembali selain raya. Maka sepi desaku.

Desaku sepi tanpa siulan beburung. Mereka menyanyikan puisi-puisi indah bahasa mergastua. Mengasyikkan dan mendamaikan.

Ke mana mereka? Telah lari ketakutan akibat pembangunan dan pencemaran. Terbang. Patah hatinya. Tidak kembali. Maka sepi desaku.

Tinggallah desaku kesepian.

Syam Salleh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: